facebook twitter rss

Video Ahok Marah Hingga Gebrak Meja Di Rapat Perihal Bus Sumbangan

Newswire Rabu, 12/03/2014 17:06 WIB

Loading the player...

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki \'Ahok\' Tjahaja Purnama kembali menyemprot pejabat Pemerintah Provinsi DKI, kali ini yang terkena adalah Dinas Pelayanan Pajak  Provinsi DKI.

Saking kesalnya, Ahok mempersilakan masuk para wartawan dalam rapat penandatangan kerja sama pengadaan armada bus bersama Telkomsel, Ti-phone, dan Roda Mas Group yang semestinya tertutup.

Dalam video yang diupload oleh @Pemprov DKI di situs berbagi video Youtube, Ahok tidak bisa menyimpan rasa kesalnya.

"Biar seluruh orang Indonesia tahu pegawai Pemprov DKI gendeng. Masa ada orang yang mau sumbang bus dikenakan pajak. Ini pejabat ini maunya apa? Kenapa kita kurang bus? Karena peraturan daerah minta pakai gas. Tapi kami enggak bisa beli," tegasnya dengan nada tinggi di Balai Kota, Selasa (11/3/2014).

Ahok menuturkan iklan pada armada bus tersebut bukan barang baru. Pajak nilai strategis reklame (NSR) armada bus di dunia paling mahal, namun di Indonesia pajak tersebut nilainya paling murah.

Di Indonesia,lanjutnya, pasang iklan Rp25 juta hingga Rp30 juta per tahunnya. Jika dikenakan NSR, pemasang iklan harus membayar Rp100 juta per tahunnya.

"Masa orang mau sumbang armada bus Rp1,5 miliar ditahan hanya karena soal pajak yang Rp25 juta per tahun. Bayangkan harga iklan dianggap Rp100 juta per tahun, 7 tahun saja Rp700 juta doang. Enggak nutup biaya belinya," kata Ahok.

Dia menyayangkan kepada para pejabat DKI yang mengenakan pajak NSR kepada para penyumbang bus baru ini. "Kenapa anda begitu pintar, semua iklan di bus tidak pakai NSR, tetapi anda sekarang tiba-tiba buatkan. Saya butuh bus ini untuk warga Jakarta. Tiap hari Anda mainkan saya. Saya periksa bus-bus lain tersebut bayar pajak enggak mereka," tuturnya.

Mantan Bupati Belitung timur ini bertambah kesal ketika berkas perjanjian yang diterima oleh para penyumbang dengan pejabat DKI memiliki perbedaan.

Perbedaan tersebut berada pada salah satu pasal yang menyebutkan pembayaran pajak reklame dibayarkan kepada Dinas Pelayanan Pajak DKI.

"Gila kalian semuanya. Semua permainan, saya penjarain semua. Anda digaji semua masa hal seperti itu dipersulit. Kita disumpah pakai kitab suci loh. Setahun lebih urusan bus ini."

Ahok meminta kepada para pejabat untuk berpikir secara rasional tentang hibah 30 armada bus transjakarta

"Kenapa mereka yang kejar kita? Kita yang butuh mereka. Gila ya. Ini mereka mau sumbang Hino dipersulit, terus Anda beli Weichai dan Chandong yang enggak jelas mereknya. Saya emosi ini," kata Ahok

Pihak pejabat DKI tersebut terdiri dari Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah DKI, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup DKI, Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), Dinas Pelayanan Pajak, Unit Pengelola Transjakarta, Biro Hukum DKI, Biro Tata ruang dan Lingkungan Hidu, dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

KOMENTAR

Video Terbaru: